Sabtu, 02 April 2011

odiq kecil



Mungkin, banyak diantara kita menganggap hidup itu membosankan, banyak masalah karena berbagai alas an yang mendasarinya seperti kaga punya uang, tampang ga keren atau bukan orang tajir yang di incer banyak cewe-cewe cantik n ++. Sampai saya pun mengalaminya sendiri .
Tapi seiring berjalannya waktu, semua itu ternyata ga ada apa-apanya loh. Saya jadi menganggap hidup itu penuh warna dan penuh teka-teki . contohnya :: kita ga punya uang, bukan berarti kalo ga punya uang itu kita akan mati kelaperan kan. Makanya sob, kita sebagai manusia harus bisa bergaul dan terbuka apa adanya kepada orang-orang disekitar kita. Jangan sok keren lah, sok kaya lah, dan sok-sok yang lain. Padahal keren ga menjamin orang itu baik, kaya ?? kan kita belum bekerja dan paling-paling punya orang tuanya. Emang bangga make barang-barang bagus dan mewah tapi bukan hasil keringat kita sendiri ???? ogah dehh . . . .
Sabagai seorang perantau yang hidup di kota besar, saya berusaha mendapatkan keluarga kecil untuk hanya sekedar ngumpul-ngumpul, ngobrol , bisa sharing tentang pengalaman hidup, bisa membantu jikalau kita sedang kesulitan, dan masih banyak lagi deh. Hehe (panjang kalo di tulis semua) biar kalian aja ya yang mengalaminya sendiri, kalo dari cerita doang kan ga asyik gan !!
Nah . . . , 
sekarang saya akan sedikit menceritakan kisah hidup seorang  anak yang bernama odiq dari jaman dia masih beberapa centi sampe menjadi ratusan centi. (hehehehe).





Bulan januari 1992 tepatnya tanggal 4 pagi dia dilahirkan, dan kedua orang tuanya memberinya nama sesuai dengan waktu kelahirannya. Seiring pertumbuhannya, odiq tumbuh menjadi anak yang pintar dan lincah. Sampai suatu ketika ibunya ingin memasukkan nya ke sebuah taman kanak” yang berada di desa tempat ia tinggal, tapi odiq tidak mau. Dia ingin langsung masuk SD yang pada waktu itu dia baru berusia 4 tahun dan Akhirnya keinginannya untuk masuk SD pada saat itu terkabul. Hari pertama masuk kelas dia masih malu dan selalu minta diantar ibunya untuk ke tempat duduknya, seiring waktu berlalu guru-gurunya nya kagum pada dia karena dengan umur 2 tahun di bawah teman-teman yang lain ternyata dia tidak kalah untuk bersaing, Terbukti dengan dia mampu membaca dan menulis lebih cepat dari anak-anak seumurnya. Tapi, suatu ketika pada saat pelajaran olahraga dia ketakutan dan dia pergi ke kelasnya lalu sembunyi di bawah kolong meja sambil menangis dan gurunya menanyakan mengapa dia menangis.
“Bu guru : odiq . . . kenapa nangis nak ?? “
“Odiq : saya takut bu . . olahraganya main ular-ularan, jadi saya takut “
“Bu Guru : ooo gitu, ya udah odiq ga usah takut yah, kan ada temen-temen kamu yang juga main bareng”
“odiq : iya bu”
Akhirnya odiq berhenti mengangis dan keluar kelas untuk ikut kembali dalam pelajaran olahraga. Tapi setelah pulang ke rumah dan besok paginya dia ga mau pergi ke sekolahnya serta seterusnya pada akhirnya dia keluar dan tidak melanjutkan sekolahnya.
Setahun telah berlalu dan kini Odiq pun berusia genap 5 tahun, odiq kembali di daftarkan ke SD yang dulu pernah ia singgahi dan belajar. Tapi kini dia pun juga masih berada 1 tahun dibawah temen-temennya. Hari-harinya ia jalani dengan penuh tawa kegembiraan karena mendapatkan banyak teman yang baik, n dia selalu masuk urutan ranking tertinggi. Pada kelas 2 pun demikian (lupa yang menariknya, jadi ga usah diceritain).
Pada waktu kelas 3, dia mendapatkan kasus karena dia memukul kepala temennya pake kayu (mungkin karena dia diganggu temennya yang nakal) dan sampe orang tua sikorban (inisial U) datang ke sekolah dan memarahin odiq. Tapi karena Ibu dia ngajar di sekolah itu akhirnya orang tua inisial U tidak jadi marah, tapi ibu dia yang  marain dia atas perbuatannya itu. Setelah masalah pemukulan itu beres dia dan temen-temennya ber ulah, tiap hari kerjaannya ngisengin rok temen-temen cewe di kelasnya dan merekapun disuruh berdiri di depan kelas sambir narik telinga dan angkat satu kaki, setelah itu mereka juga membuat ulah lagi yaitu 1 kelas mereka disuruh pulang ama guru lain (inisial S) yang bukan wali kelasnya n mereka seneng (namanya juga anak”, pasti bawaan nya pengen pulang mulu). Ehhhh . ., besoknya mereka satu kelas di marain wali kelasnya (inisial SL) karena pulang duluan.
“Bu Guru : napa kemarin kalian pada pulang ? padahal masih ada pelajaran”
“Salah seorang dari mereka menjawab : kami di suruh Pak S bu, katanya guru” pada mau rapat jadi kita suruh pulang semua”
“Bu Guru : yang jadi wali kelas kalian tuh ibu apa pak S ? masa kalian nurut nya ama dia ?? dan kemarin ibu mau ngasih tugas ama kalian karena ibu mau rapat”
“odiq menjawab : ibu . . . ., ya kit amah nurut ajah bu, dan seneng di suruh pulang (hehehehe)”
“Bu Guru : yasudahlah. ., kalian emang bandel . ., sebagai hukuman atas perbuatan kalian, ibu kasih hukuman berdiri di depan kelas sampai istirahat dan kerjain tugas matematika di buku”
“anak” : yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah ibuuuu :’( “
Akhirnya mereka mendapat hukuman atas perbuatan mereka membolos (jangan ditiru yoooh). Tapi walaupun demikian Odiq pada saat pembagian buku rapor, dia mendapat peringkat 3 besar di kelasnya. Walaupun jail tetep pinter (tapi lebih baik pinter tapi ga jail kan???hehehehe) dan pada saat kenaikan kelas pun demikian .
Pada awal masuk ke kelas 4, dia datang ke sekolah sangat pagi untuk bisa mendapat tempat duduk yang menurut dia enak yaitu di depan meja guru supaya bisa lebih banyak menyerap apa yang disampaikan oleh gurunya.
Memasuki kelas 5 odiq kembali menjadi orang yang bisa menduduki peringkat 3 besar, dan hari-harinya berjalan seperti biasanya.
Pada saat dia naik ke kelas 6 akhirnya dia merasakan apa yang dinamakan dengan cinta, dia diam-diam suka pada satu anak perempuan dikelasnya yang bernama risna. Risna merupakan anak perempuan yang menurutnya sangat manis dan cantik. Terbukti saat si risna tertunduk dimeja tempat dia duduk karena sakit, odiq memerhatikannya dan dia merasa sedih sambil dia bermain mobil Tamiya bersama temen-temen cowonya dikelas kosong sebelah kelas mereka. Hari-harinya juga berjalan seperti yang semestinya. Ketika itu juga odiq didaftarkan oleh kedua orang tuanya ke sebuah tempat bimbingan belajar bahasa inggris dan sempoa aritmatika. Dan saat itu juga dia selalu mendapatkan nilai paling bagus pada pelajaran bahasa inggris dikelasnya dan menjadi harapan temen-temennya untuk menyontek. Pada saat-saat paling mendebarkan yaitu saat memasuki ujian kelulusan, mereka berjuang bersama dan belajar dengan giat dan akhirnya mereka semua lulus termasuk odiq juga lulus dengan peringkat 3 besar.

Saat memasuki SMP, odiq memilih bersekolah di SMP N 2 weru (sekarang menjadi SMP N1 weru). Ternyata pada saat pertama masuk kelas, dia bertemu temennya ditempat bimbingan belajar bahasa inggris yaitu Dwi Wulandari. Sempet terjadi kasus ketika dia kelas 1 yaitu saat dia ngerjain temennya yang menurut dia sombong dan rese dengan menyebutnya banci karena dia selalu main bareng anak-anak cewe dan akhirnya dia dibawa keruang BK. Setelah masalah itu usai mereka akhirnya berdamai dan berteman layaknya dengan temen-temen yang lainnya. memasuki kelas 2 dia mendapatkan temen-temen baru yang merupakan temen-temen yang asyik da nada salah satu dari temennya merupakan pindahan dari Jakarta. Akhirnya mereka menjalani hari-hari mereka dengan gembira dan pada suatu saat terjadi sebuah kasus yang bisa dibilang ketidak sengajaan salah seorang temen odiq. Pada waktu itu pelajaran matematika dan guru yang mengajarnya juga merupakan guru baru. Kejadiannya guru itu menuduh temen odiq karena kerudungnya kotor kena kapur tulis. Padahal dia tidak melakukannya, dan masalah itupun beres dan tidak terjadi hal-hal yang mengerikan seperti di skors atau yang lainnya. memasuki kelas 3 dia bertemu dengan temen-temen yang menjadi temen deket hingga sekarang tahun 2011 bernama Azhar sodiq. Dia yang mengajari odiq berbagai hal seperti dikenalkan dengan dunia Internet yang berawal dari dunia Chatting di IRC. Hari-harinya dikelas 3 dia jalani dengan penuh harapan dan tujuan agar lulus pada Ujian Akhir Nasional kedepan. Pada suatu hari odiqpun kembali bermasalah dengan temennya karena dia di ejek dan akhirnya perkelahian tidak bisa hindarkan. Pada akhir ujian semester pertama dia berhasil meraih peringkat 10 besar dan kembali dia mendapat nilai bahasa inggris baik juga pelajaran computer yang selalu bagus dari kelas 1 meski dia tidak mempunyai computer dirumahnya.

Saat memasuki semester 2 kelaspun diacak menurut huruf abjad nama siswa siswi di smp itu. Dan kini odiq berpisah kelas dengan temen baiknya itu dan mendapatkan temen-temen baru walaupun sebagian besar merupakan temen pada saat dia kelas 1 seperti Dwi wulandari, denny yachobi, fajri, ending, dan ada beberapa lagi yang lainnya. semester 2 merupakan saat-saat yang mendebarkan bagi semua kelas 3 yang akan menghadapi ujian akhir nasional yang akan menentukan nasib mereka dengan dua pilihan kata “lulus” dan “gagal”.
Dan sekolahpun menjalankan pengayaan untuk membantu siswa siswinya belajar intensif disekolah, ada beberapa dari temennya juga mendaftarkan ke tempat-tempat bimbel seperti GO, dan yang lainnya.
Pada saat belajar intensif pelajaran bahasa Indonesia odiq dan temen-temennya sepakat untuk tidak hadir pada saat itu dan memilih bermain kerumah salah seorang temennya. Keesokan harinya pada saat pelajaran bahasa Indonesia mereka semua yang pada hari kemarin tidak mengikuti intensif bahasa Indonesia medapatkan amukan dari guru yang bersangkutan dan diancam guru itu tidak akan mengajar mereka lagi, tapi mereka memelas untuk dapat mendapatkan pelajaran dari guru itu. Ya akhirnya mereka tetep mendapatkan pelajaran dari guru itu dan merekapun berjanji tidak akan membolos intensif lagi.
Saat-saat terakhir mereka berdoa bersama disekolah mereka sebelum diadakan ujian nasional. Akhirnya saat-saat dimana nasib mereka akan ditentukan oleh 3 mata pelajaran pun dimulai, semuanya saling mempersiapkan strategi mereka masing-masing untuk mendapatkan jawaban dari beberapa siswa siswi yang bisa diandalkan atau dijagokan termasuk odiq yang diandalkan beberapa temennya dalam pelajaran bahasa inggris.
Akhirnya siswa-siswi di smp itu lulus dengan nilai yang baik, tapi ditengah kegembiraan itu ternyata ada salah seorang dari siswa di sekolahnya yang tidak lulus dan merekapun bersedih karena orang yang tidak lulus itu merupakan siswa yang bisa dibilang pinter dan jago di bidang matematika.
Setelah itu odiq mendaftarkan dirinya ke sebuah SMA terkemuka yang bernama SMA N 1 sumber bersama dengan temen deketnya Azhar dan ternyata dia ditrima tetapi temennya itu tidak.
To be continued …,










                                                                                                                                  

3 komentar:

may rosiana mengatakan...

luchunyooo,,, imutan lw pas msh kecil y,,hhehe

may rosiana mengatakan...

luchunyooo,,, imutan lw pas kecil y,,hhehe

perjalanan seorang perantau mengatakan...

ehehehehe
sekarang juga masih imut pan.??
hahahahaha