Langsung ke konten utama

Mengukur skala prioritas seseorang

ketika seseorang berada pada sebuah posisi dimana dia jarus memilih satu diantara dua pilihan yang bisa jadi keduanya itu penting untuk dia, atau bisa jadi kkeduanya harus dilakukan atau dikerjakan semuanya. maka disinilah kita belajar mengatur skala prioritas diantara prioritas untuknya.
ketika saya berada pada dua pilihan yaitu :

yang pertama saya harus mengikuti pertandingan silat
yang kedua saya harus hadir pada saat kegiatan organisasi saya di kampus.

pada saat itu saya kebingungan dan kalut untuk mentukan serta memilih pilihan apa yang harus saya pilih.
pada saat itu saya berfikir sejenak bahkan sampai beberapa hari untuk memilih satu diantara kedua pilihan itu.

setelah saya memikirkannya, akhirnya saya lebih memilih untuk mengikuti pertandingan silat yang menurut saya ini adalah pertandingan terakhir saya karena dibatasi oleh usia. dan cita-cita saya juga untuk menjadi atlit pencak silat nasional bahkan bisa menjadi juara sea games (itu cita-cita saya dari dulu). 
sementara kegiatan organisasi di kampus, saya pikir masih ada temen-temen saya yang bisa menghandle dan tidak memerlukan bantuan saya untuk ikut didalamnya.

saya berfikir juga, kalo pertandingan silat tidak bisa digantikan oleh orang lain, sementara kegiatan di kampus bisa digantikan sementara oleh temen-temen saya..


itu hanyalah pemikiran dan pengalaman yang pernah saya alami..

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

latian silat

hari ini saya sangat senang bisa latian silat lagi dan bisa berkumpul bersama temen" seangkatan saya yang dulu berjuang bersama :).. saya pikir hari ini latian seperti biasanya kaya latian fisik, teknik, sparing, dan jatuhan. eh ternyata saya tertipu.. ternyata hari ini latiannya teh latian jurus jurus 1 saya berhasil jurus 2 saya berhasil jurus 3 berhasil lagi jurus 4 berhasil jurus 5 berhasil jurus 6 berhasil lagi jurus 7 rada-rada berhasil jurus 8 rada-rada lupa jurus 9 - 10 rada-rada berhasil jurus 11-12 (jurusnya sabuk merah) lupaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa alhasil saya kena push up sama pelatih saya ... -_- dapet pesen sama guru besar juga, "jar latian yang rajin di bandung juga, buat persiapan pertandingan bulan april ntar".. jawaban saya, iya pak :)

indomie dalam kebersamaan

suatu hari saya dan teman saya dihadapkan dengan keadaan yang sangat kritis buat kami para remaja kostan sejati (RSJ) .. sampai kita termenung untuk memikirkan ngisi perut pake apaan, tiba" saya melihat sesosok kepingan logam berjumlah 4 buah .. alhamdulillah ... bisa beli nasi untuk makan kita berdua (masing-masing setengah porsi). dan untungnya di kostan saya ada 1 bungkus indomie . akhirnya kita berdua makan berdua dengan perasaan senang karena kebersamaan ,, yang ngerti perut anak kostan itu Indomie :D with : anditakaesar fahmi @ : kostan ane (fajar sidiq) waktu masih di geger arum ini ceritaku apa ceritamu ?

odiq kecil

Mungkin, banyak diantara kita menganggap hidup itu membosankan, banyak masalah karena berbagai alas an yang mendasarinya seperti kaga punya uang, tampang ga keren atau bukan orang tajir yang di incer banyak cewe-cewe cantik n ++. Sampai saya pun mengalaminya sendiri . Tapi seiring berjalannya waktu, semua itu ternyata ga ada apa-apanya loh. Saya jadi menganggap hidup itu penuh warna dan penuh teka-teki . contohnya :: kita ga punya uang, bukan berarti kalo ga punya uang itu kita akan mati kelaperan kan. Makanya sob, kita sebagai manusia harus bisa bergaul dan terbuka apa adanya kepada orang-orang disekitar kita. Jangan sok keren lah, sok kaya lah, dan sok-sok yang lain. Padahal keren ga menjamin orang itu baik, kaya ?? kan kita belum bekerja dan paling-paling punya orang tuanya. Emang bangga make barang-barang bagus dan mewah tapi bukan hasil keringat kita sendiri ???? ogah dehh . . . . Sabagai seorang perantau yang hidup di kota besar, saya berusaha mendapatkan keluarga kecil untuk h...